[Bintang yang Tidak Bersinar] Gadis itu menengadah. Helaian-helaian rambut putihnya ditiup angin, melayang-layang di punggungnya. Pakaian hitam putih yang selalu menjadi trademarknya pun tak luput dari terpaan angin kencang yang berhembus tanpa ampun. Langit malam yang hampa dan redup. Kekuatan angin. Semuanya lebih terasa di sini. Di tempat yang tinggi dimana ia bisa berpikir bisa meraih langit dengan kedua tangannya. Atropa pun memejamkan kedua matanya. Ingin rasanya berpikir bahwa semuanya cuma mimpi. Mimpi buruk yang serta merta akan berakhir ketika ia membuka kedua matanya. Mimpi buruk ini sangat menyedihkan. Ia tidak punya kekuatan. Sedikitpun kuasa untuk merubah apapun. Hatinya sudah kosong dan ia merasa tidak bisa berada dimana pun lagi. England penuh dengan gedung-gedung tinggi. Atropa berdiri di puncaknya, di atap yang masih menyisakan sisa-sisa hujan tadi sore. Iris kelabunya yang telah membeku menatap langit yang tidak memberinya petunjuk apapun. Petun...
Another Laurant in the mist Reaching for another Roman in the sky