Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Planning : "Be Going to" and "Would Like to"

Music

ATROPA [The Disappearance of Magic]

. . ATROPA [ The Disappearance of Magic ] Rozen91 Harry Potter © J. K. Rowling 2 nd Case  : Ketidakpuasan Hermione Granger . . Rambut peraknya terjatuh dari bahu, membentuk tirai di tiap sisi wajahnya. Iris kelabunya terpatri pada satu halaman di buku yang ia buka lebar di atas lantai. Gadis itu tersenyum dingin. Ini hebat. Buku yang diseludupkan oleh koneksi ‘Thomas’ sangat hebat. Orang aneh yang ia temui di bagian bawah Diagon Alley (orang-orang memanggilnya ‘Thomas’) adalah salah satu pion dari sekian banyak bidak catur yang dapatkan di kastil Hogwarts. ‘Thomas’ benar-benar informan yang handal. Karena berkat dirinyalah—atau berkat keahlian gadis itu yang memilih kata-kata yang tepat, dia bisa memegang buku petunjuk itu di tangannya. Velliatte Bones benar-benar malang, namun ia adalah kecerobohannya. Gadis itu hanya ingin mencoba dan Bones tanpa sengaja menjadi pilihannya. Ini adalah permainan takdir, Atropa Malfoy menyalahkn takdir. Atropa hanya berjal...

ATROPA [The Disappearance of Magic]

. . ATROPA [ The Disappearance of Magic ] Rozen91 Harry Potter © J. K. Rowling 1 st Case  : Menghilangnya Atropa Malfoy . . “Atropa!” Edward Lupin, guru Astronomi itu berseru kencang di tengah-tengah keramaian murid di saat pergantian kelas. “Minggir sebentar! Minggir—Atropa! !” Teddy susah payah membuat jalan sementara murid-murid di koridor saling berkerumun dan seolah bekerja sama untuk memperlambatnya. Teddy mengutuk di dalam hati. Kepala putih sepupunya sudah tidak terlihat lagi. Tanpa sengaja, kedua matanya menangkap tatapan heran James. “James!” Teddy terengah-engah, kedua tangannya mencengkeram bahu putra sulung Harry Potter itu seolah James hendak melarikan diri darinya; tentu saja tidak. James tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Kelas Tranfigurasi sudah menunggunya dan sekarang Teddy yang pani k mencegatnya, dan James tidak bisa mengabaikan guru itu. “Ada ap—“ “Aku butuh bantuanmu!” “Hah?” “Cari Atropa, James!” “Tunggu dulu...

ATROPA [The Disappearance of Magic]

. . ATROPA [ The Disappearance of Magic ] Rozen91 Harry Potter © J. K. Rowling 00- PROLOGUE -00 . . Atropa tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Di masa yang berbeda ini, ia tak pernah berpikir akan melihat pemandangan ketika kedua orang itu akan saling melindungi. Kedua mata kelabu yang merupakan duplikat mata ayahnya itu hanya memandang diam, tertegun dan tenggelam dalam pikiran. Apakah semuanya akan baik-baik saja...jika sihir menghilang? Atropa yang egois. Gadis berambut panjang itu menundukkan wajahnya dan ia serasa ingin menangis saat itu juga. Tiba-tiba hatinya yang selalu di p enuhi oleh bara api kemarahan dan kecemburuan kini tampak retak di setiap sisi. Kedua orang itu... dua orang yang saling membagi senyum penuh arti itu tidak seperti itu. Mereka tidak seperti itu di masa ketika Atropa lahir ke dunia. Padahal...padahal dia hanya ingin memenuhi keinginan kedua orangtuanya. Kenapa malah jadi seperti ini? Mungkin seharusnya dia saja..mungkin s...

Lone Wolf

2 It was a raining day when they met. That lone wolf laid down on the wet grass. The rain felt like a bunch of falling needles on his face. He closed his eyes, reminiscing about the empty house await. He was soaked to the bones due to his long time under the rain. He wanted to go home, but it was empty and no one waited for him. No one would greet him there.  Just no one.  Suddenly the rain felt too sad for his liking. Maybe because it was autumn and 'sister' left at the exact season. Maybe because it felt too sad living alone because 'sister' was tired on taking care of him. And then she chose to abandon him. The boy lifted up his hand to cover his upper face. This was just too sad. 'I am sorry, sister.'

Lone Wolf

1 There was a lone wolf, walking aimlessly in the mist. It had a very beautiful color of eyes. Its eyes was even more beautiful when it gaze upon the moon, shining brightly. No one wanted to befriend with the wolf. But, it was okay with that. The lone wolf didn't need anyone other than itself. Thus,  the wolf  walked among green grass in peaceful silence of night. There was a lone student in the classroom. He was staring blankly at the bright sun. He had no friend, but he was okay with that. A lone wolf did not need anyone beside himself. Thus, he sat in peaceful silence of afternoon.

Bait

Night. Black.   Moonlit.   You smiled at me. I didn’t understand. Were you smiling at the person behind me? But, there was no one but me in this place. At this hour. Hogwarts was still with its silence. No one but me here, yet you smile at me like a dream in  the daylight.   “Malfoy?”   “Hey, Granger,” you laughed lightly, with undertone of mischief, “wanna hear a secret?”   I didn’t understand you, but I knew your pranks. So, I listened carefully. Spreading awareness. Beware of this sly snake. I narrowed my eyes.   You laughed.   At me.   Yet you said,   “I love you silly.”   I didn’t understand you, but I knew you hated my gut. So I could be careless with your light confession. I didn’t need your lie or to even believe it.   “No joke, Malfoy. It is past night time. I suggest you return to your dorm now,” I slipped demand in my voice. You should obey me. I was a prefect after all. “And five ...

About Me

My photo
Rozen91
Bismillahirrohmanirrrohim. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Saya baru buat Blog dan tidak tau mau diisi dengan apa. Oh, ya, saya punya akun di www.fanfiction.net kalau mau nengok, silahkan...^^